Ada Apa dengan Rabiul Awal?

Oleh:

Nur Afifah, M.Pd.I.

Guru PAI SMP Islam Al-Azhar Cairo Palembang

Rabiul awal adalah bulan ke-3 setelah Safar dalam penanggalan Hijriyah, bulan yang penuh keberkahan dan kejadian-kejadian penting seperti lahirnya nabi, wafat nabi, dll.
Rabiul awal dikenal sebagai bulan maulid nabi yang jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal. Bulan untuk mengungkapkan akan kecintaan kita dan kegembiraan dengan adanya Rasulullah SAW. Bahkan tidak hanya orang muslim saja yang merasakan kegembiraan tersebut. Orang kafir sekaligus akan mendapatkan manfaat dengan kegembiraan tersebut.
Seperti dalam hadits riwayat Imam Al-Bukhori dikisahkan saat Tsuwaibah yakni budak perempuan dari Abu Lahab yang menyampaikan kabar gembira mengenai kelahiran bayi yang sangat mulia dan Abu Lahab segera memerdekakan Tsuwaibah sebagai bentuk dari wujud tanda cinta dan kasih. Karena kegembiraannya tersebut, pada hari kiamat kelak, siksa atas dirinya akan diringankan pada setiap hari Senin.
Rabiul Awal menjadi salah satu bulan yang berkah yaitu menjadi bulan yang paling banyak dimanfaatkan oleh umat muslim, karena sebagai sarana sekaligus berkumpulnya sesama umat muslim di Masjid atau majelis-majelis dan beberapa tempat lainnya yang dimuliakan oleh Allah SWT. Ini bertujuan tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menanam, memupuk dan lebih menumbuhkan rasa cinta atau mahabbah kita kepada Rasulullah SAW.
Hal ini menimbulkan pertanyaaan pada tujuan di atas, mengapa kita harus mencintai Rasulullah SAW.

Pertama, mencintai Rasulullah adalah salah satu ketakwaan dan kecintaan kepada Allah SWT.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’” [Ali ‘Imran: 31]

Kedua, Merasakan Manisnya Iman,
Dari Anas, dari Nabi SAW beliau bersabda: “Tiga hal, barangsiapa memilikinya maka ia akan merasakan manisnya iman. (yaitu) menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari selainnya, mencintai seseorang semata-mata karena Allah, dan benci kembali kepada kekufuran sebagaimana bencinya ia jika dilempar ke dalam api neraka.”

Ketiga, Mencintai Rasul Akan berkumpul bersamanya di surga
Juga dijelaskan penjelasan Gus Baharudin dalam ceramahnya menjelaskan tentang hadis dengan meriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik dalam Bukhari – Muslim,
Pernah suatu saat Rasulullah Khutbah, menceritakan tentang kiamat, dengan begitu dahsyat, dan membuat semua orang diam dan menangis, ada seorang badui biasa saja dan tidak menangis, tetapi lebih cerdas,
“Ini nabi kok aneh, cerita kiamat malah tidak ada tanggalnya nih gimana? Badui tersebut bertanya kepada Nabi.
ﻣﺘﻰ اﻟﺴﺎﻋﺔ ﯾﺎ رﺳﻮل ﷲ؟ “Kapan kiamat ya Rasulullah Saw. ?” Nabi mengabaikan, Nabi sebenarnya mendengar, hanya tidak berkenan, karena beliau sedang di tengah khotbah, kok ada seorang badui berani bertanya, akhirnya Nabi menjawab, tetapi karena Rasul adalah seseorang yang sangat pintar, kemudian Rasulullah saw menimpali pertanyaan kepada orang badui tadi ﻣﺎ أﻋﺪدت ﻟﮭﺎ؟
“Lalu kalau kamu berani tanya, kiamat kapan, saya tanya balik, persiapan kamu apa?” Rasul balik bertanya. Orang badui tersebut menjawab dengan santai:

ﻓﻮ ﷲ ﻣﺎ اﻋﻌﺪت ﻟﮭﺎ ﻛﺒﯿﺮ ﺻﻼة وﻻ ﺻﯿﺎم وﻟﻜﻨﻲ أﺣﺒﻚ ﯾﺎرﺳﻮ ﷲ

Demi Allah, Saya tidak mempersiapkan apa-apa hanya sholat standar (lima waktu) dan puasa, tetapi saya mencintaimu ya Rasulullah,” jawab orang badui tadi. Jawaban tersebut ternyata tidak membuat Rasulullah SAW marah, karena ibadahnya hanya sedikit, akan tetapi beliau malah membenarkan kecintaan orang tadi kepada Allah dan Rasul-Nya dengan balasan.
اﻟــــﻤﺮء ﻣــــﻊ ﻣــــﻦ اﺣــــﺒﮫ (Al mar’u ma’a man ahabba (orang akan dikumpulkan bersama orang yang dicintai) atau dalam sebagian riwayat.

Anta Ma’a man Ahabba. Artinya barang siapa yang cinta kepadaku (Muhammad) maka dia akan bersamaku di surga. hal ini lah bahwa mencintai rasul menjadi kabar gembira bagi setiap muslim, dan seorang bertambah cinta kepada Allah dan rasulnya melebihi dari segala hal maka akan mendapat manisnya iman. Imam Ibnul Qayyim Aljauziyah juga menyebutkan bahwa “ibadah” yang sempurna itu harus menggabungkan dua hal sekaligus secara bersamaan. Yang pertama adalah cinta dan yang kedua adalah tunduk Artinya, kita belum menjadi hamba Allah yang benar kecuali kita telah beribadah dengan penuh cinta dan penuh ketundukan kepada Allah SWT.

Maka bagaimana Amalan Bukti Kecintaan Pada Rasulullah SAW?
Menurut penjelasaan Ustadz Jaka Perkasa, Lc., M.Ag. Pada kajiannya ba’da dzuhurnya, Kamis 14 Oktober 2021 dimasjid Shobirin,
Amalan-amalan bukti cinta kepada Allah yaitu, harus mengenal Rasulullah dengan belajar sirah Nabawiyah, perbanyak membaca sholawat. mencintai keluarga dan sahabatnya, mendoakan, meneladani akhlak, dan mengikuti sunnahnya, serta melanjutkan dakwahnya dan berkumpul dengan orang yang menambahkan kecintaan kita kepada Rasul.

Mencintai tidak hanya sekedar mengatakan cinta, karena cinta butuh realisasi tindakan, oleh karena itu, pertama, untuk tindakan yang merealisasikan cinta adalah mengenal yang akan kita cintai. Mengenalkan Rasulullah kepada generasi umat muslim atau belajar sirah nabawiyah adalah salah satu cara menumbuhkan cinta kepda Allah dan Rasulullah.

Hal inilah yang telah dilakukan di setiap jenjang di Sekolah Islam Al-Azhar Cairo Palembang, menyampaikan materi sesuai dokumen silabus pembelajaran mengenai sirah Nabawiyah baik pada tingkat PG-TK yang mengajarkan meneladani akhlak Rasulullah, tingkat SD yang menceritakan kelahiran Rasul sampai pada Fathul Mekkah, tingkat SMP juga menjelaskan dan meneladani kembali, serta mengambil hikmah dari lahirnya Nabi, tentang keluarga nabi, perjuangan pada zaman jahiliah sehingga Nabi hijrah, pengorbanan untuk umatnya, perjuangan Nabi saat ekspansi Islam di seluruh jazirah Arab, hingga Nabi wafat dan mempelajari yang ditinggalkan Nabi yaitu Al-Quran dan hadistnya. Dengan mempelajari ini, kepada generasi penerus kita, maka akan lebih mudah mengenal dan meneladani semua hal baik yang pernah Rasulullah lakukan. Kedua, Salah satu bentuk kecintaan terhadap Rasulullah yaitu dengan perbanyak membaca shalawat kepada nabi, mencintai keluarganya dan mendoakanya.

Sebagai seorang guru juga menuntun peserta didiknya, agar istiqomah selalu bersahalawat dengan cara di setiap awal pembelajaran mengajak peserta didiknya untuk sholawat kepada Rasul, minimal dengan ucapan ‘Allahumma sholi’ala saidian Muhammad, dan tawasul kepada Nabi dan keluarganya, melalui kirim Al-Fatihah kepada Rasul.

Ketiga, Selain itu meneladani akhlak dan mengikuti sunnahnya serta memperbanyak membaca Al-Quran juga termasuk bukti kecintaan pada Baginda Nabi Muhammad SAW.
Hal ini menimbulkan kerinduan di setiap kegiatan di Sekolah Islam Al-Azhar Cairo Palembang, yaitu saat peserta didik dan guru berada dalam sekolah Islam al-Azhar Cairo Palembang, karena saat bertemu mereka mengucapkan salam dan menebar senyum, mengawali di setiap pagi, dengan kegiatan sholat dhuha dan membaca doa setelah sholat dhuha bersama, kegiatan belajar mengajar dengan niatan menghilangkan ketidaktahuan, kemudian sholat dhuhur dan ashar berjamah, melakasanakan shalat rawatib, sampai akhir belajar tadarus Al-Qur’an dan murojaah bersama di masjid dll.
Sebagaimana telah dijelaskan dalam sabdanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

.ﻋﻦ أﻧﺲ رﺿﻲ ﷲ ﻋﻨﮫ ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﯿﮫ وﺳﻠﻢ أﻧﮫ ﻗﺎل :ﻣﻦ أﺣﺐ ﺳﻨﺘﻰ ﻓﻘﺪ أﺣﺒﻨﻰ وﻣﻦ أﺣﺒﻨﻰ ﻛﺎن ﻣﻌﻰ ﻓﻰ اﻟﺠﻨﺔ

“Diriwayatkan dari Anas ra., dari Rasulullah SAW, bahwa beliau bersabda: barang siapa mencintai sunnahku maka sungguh ia telah mencintai aku, maka ia bersamaku di surga”
Dan yang terkahir kita harus senantiasa melanjutkan dakwah islamiyahnya dan berkumpul dengan orang-orang yang mencintai Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Alhamdulillah, merupakan rasa syukur saya biasa bergabung di Sekolah Islam Al-Azhar Cairo Palembang, karena banyak orang-orang mencintai Nabi yang hebat, kreatif, tinggi Imtaq dan IMTEK, para guru penghafal Qur’an dan saya dapat mengajarkan Al-Quran, sehingga dekat dengan orang-orang terbaik umat, seperti dalam hadisnya.
Sebaik-baik kalian adalah mengajarkan dan mengamalkan Al-Qur’an. Mudah- mudahan kita semua ditambahkan kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah, dan kecintaan ini selalu dipelihara oleh Allah SWT, dirawat oleh Allah SWT, kalau kita cinta kepada Rasulullah, kita berharap mudah-mudahan kita dikumpulkan bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam Jannah-Nya. Sebab seseorang akan dikumpulkan dengan orang yang ia cintai.

Views All Time
Views All Time
94
Views Today
Views Today
1

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2016 Sekolah Islam Al-Azhar Cairo Palembang

WhatsApp WhatsApp us